Blogroll

January 20, 2012

Jenis- jenis Pembelajaran Kooperatif

Johnson dan Smith dalam Miftahul Huda (2011:87) ada beberapa jenis pembelajaran kooperatif. Empat diantaranya adalah: 1) kelompok pembelajaran kooperatif formal (formal cooperative learning), 2) kelompok pembelajaran kooperatif informal (informal cooperative learning), 3) kelompok besar kooperatif (cooperative base group), 4) gabungan tiga kelompok kooperatif (integrated use of cooperative learning group).


Menurut Sugiyanto (2008: 42) ada empat model dalam pembelajaran kooperatif, yaitu (1) Student Achievement Divisions (STAD); (2) Jigsaw, (3) Group Investigation (GI); (4) Metode Stuktural
Trianto (2007: 49) berpendapat bahwa beberapa variasi dalam model pembelajaran kooperatif yaitu: (1) Student Achievement Divisions (STAD); (2) Jigsaw; (3) Team Games Tournaments (TGT); (4) Think Pair Share (TPS); (5) Numbered Head Together (NHT).
Sedangkan Slavin (2009; 11) mengemukakan bahwa dalam model pembelajaran kooperatif ada beberapa model yaitu: (1) Student Achievement Divisions (STAD); (2)  Team Games Tournaments (TGT); (3) Jigsaw; (4) Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC); (5) Team Accelerated instruction (TAI).
Isjoni (2001: 59) mengungkapakan bahwa terdapat beberapa variasi yang dapat diterapkan, yaitu di antararanya: (1) Student Achievement Divisions (STAD; (2) Jigsaw; (3) Group Investigation (GI); (4) Rotating Trio Exchange; (5) Group Resume.
Arends (2008:29) Model pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpartisipasi. Terdapat dua model pembelajaran kooperatif antara lain time token dan high talker tap out.
Berdasarkan dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa model-model pembelajaran kooperatif terdiri dari: (1) Student Achievement Divisions (STAD); (2) Jigsaw, (3) Group Investigation (GI); (4) Metode Stuktural; (5) Team Games Tournaments (TGT); (6) Think Pair Share (TPS); (7) Numbered Head Together (NHT); (8) Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), (9) Team Accelerated instruction (TAI); (10) Rotating Trio Exchange; (11) Group Resume, (12) Time Token, (13) High Tap Out.
Jenis-jenis model pembelajaran kooperatif di  atas, memang masing-masing  model  memiliki  kelemahan  dan  keunggulan  tersendiri sehingga pada  hakikatnya  model yang  paling  tepat  untuk  setiap  mata pelajaran sukar ditentukan. Begitu  juga guru sukar menggunakan model yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.  Namun,  dapat  disimpulkan  bahwa  setiap  model pembelajaran  itu dikatakan baik  apabila memenuhi kriteria  sebagai berikut: (1) Sesuai dengan  tujuan; (2) Dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan guru;  (3)  Tergantung  dengan  kemampuan  siswa;  (4)  Sesuai  dengan  besarnya kelompok; (5) Melihat waktu pengumuman; (6) Melihat fasilitas yang  ada. Model  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  model kooperatif time token yaitu  model pembelajran yang menekankan pada kegiatan berkelompok dan masing- masing individu dalam kelompok harus berpartisipasi di dalam diskusi.

0 komentar:

Post a Comment